TensuraAnimeLight Novel

Tensura Volume 10 Part 4: Hinata Sakaguchi vs Storm Dragon Veldora Tempest

451
×

Tensura Volume 10 Part 4: Hinata Sakaguchi vs Storm Dragon Veldora Tempest

Sebarkan artikel ini
Tensura Volume 10 Part 4: Hinata Sakaguchi vs Storm Dragon Veldora Tempest

Pada kesempatan kali ini, Sampean akan melanjutkan Pembahasan alur cerita light novel Tensura volume 10 part 4. Jika kalian belum membaca part sebelumnya, kalian bisa membacanya terlebih dahulu link dibawah.

Disini kita akan berlihatkan Rimuru yang sangat menyesal karena tak melihat pertarungan, Hinata Sakaguchi, dan kita juga diperlihatkan Rumuru yang ingin meningkatkan kekuatan Adalman. Dan langsung saja, tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.

Tensura volume 10 part 4

Sebelumnya, Ramiris telah memberitahu Rimuru jika Hinata Sakaguchi telah menantang Labirin dengan sang cepat hingga berhasil sampai di lantai seratus Labirin. Yang akhirnya, giliran Veldora untuk bertarung telah tiba.

Rimuru yang mendengar itu pun sedikit terkejut. Serius, apakah kau benar-benar melawannya Veldora?

Veldora tertawa dan menjawab, kuahahahahahaha. Sebagai boss terakhir Labirin, aku menyambut semua penantang yang tiba di hadapanku. Aku tak akan lari ataupun sembunyi.

Dan tentunya, Rimuru sangat penasaran dengan hasilnya. Karena Rimuru tahu jika Veldora lebih kuat dari dirinya, Rimuru yakin jika Veldora tak akan kalah dari Hinata. Di samping itu, Rimuru juga penasaran bagaimana cara hinata untuk menghadapi Veldora.

Veldora kemudian menjawab bahwa, tentu saja dirinya telah menang. Hinata memang benar-benar kuat. Bahkan teknik berpedangnya sangat mirip dengan pelawan terpilih yang menyegelku di masa lalu. Namun sebaliknya, gaya bertarungnya agak berbeda.

Mjormile juga mengatakan bahwa, itu adalah pertarungan yang sangat menarik. Seperti yang diharapkan dari Hinata sama. Dia bertarung dengan sungguh luar biasa.

Rimuru menjawab, hmm sudah gua duga Veldora pasti akan menang. Tapi sangat disayangkan aku tak melihat pertarungannya. Bahkan pertarungan mereka juga tak direkam secara peremanen. Aku benar-benar idiot karena melewati hal penting seperti itu.

Masayuki berkata, benar sekali. Hinata-san sangatlah kuat. Meskipun semua orang berdebat tentang siapakah diantara aku dan Hinata-san yang lebih kuat. Tentu saja sudah jelas bahwa Hinata-san lah yang jauh lebih kuat. Dan jujur saja, aku merasa pusing kepala setiap kali mendengar perdebatan seperti itu.

Namun, di satu sisi, Mjormile tersenyum dan mengatakan jika Masayuki sama terlalu merendah. Mjormile sepertinya mengagap jika Masayuki benar-benar kuat.

Mendengar jawaban Mjormile  tersebut, Masayuki hanya bisa tersenyum kaku di wajahnya. Setelah itu, Rimuru kemudian bertanya kepada Veldora tentang pertarungannya dengan Hinata.

Veldora kemudian mengatakan, bahwa Hinata sekilas mirip dengan pahlawan terpilih yang menyegelku di masa lalu. Tetapi, pahlawan terpilih yang berhasil menyegelku, seharusnya melakukan serangan-serangannya secara efektif dan efisien. Namun sebaliknya, wanita yang bernama Hinata ini telah mencoba berbagai macam serangan untuk melihat mana serangan yang efektif kepada ku. Hinata telah mencoba berbagai macam serangan tak berguna, seperti melancarkan sihir, mantra, alat sihir, dan bahkan artefak sihir sekalipun. Dan tentunya, serangan-serangan seperti itu tak akan mempan kepada ku.

Tapi ngomong-ngomong, serangan terakhirnya cukup bagus, meskipun sesaat dia berhasil menyakitiku. Itu adalah serangan yang mirip seperti Absolute Severance dari pahlawan terpilih di masa lalu.

Hmm, mungkin yang dimaksud Veldora adalah serangan Meltz Flash yang kemungkinan adalah kartu truf Hinata, Gumam Rimuru.

Ramiris juga mengatakan, Hinata itu lebih kuat dari Raja Iblis Clyman, bahkan beberapa anggota Raja Iblis Octagram mungkin akan dalam bahaya jika mereka ceroboh.

Ya, disini Rimuru benar-benar menyesal karena tak bisa melihat pertarungan Hinata melawan Veldora. Tapi ya sudahlah, Rimuru kemudian akan mendiskusikan masalah yang dikhawatirkan Ramiris sebelumnya.

Karena datangnya Hinata dan Kesatria Suci yang menantang labirin tersebut, Golem Guardian yang merupakan bos lantai 70 telah hancur lebur dan tak bisa dihidupkan kembali. Dengan kata lain, tidak ada yang menjaga lantai 70 labirin.

Selain itu, Ramiris juga mengatakan, jika bos lantai 60 yaitu Adalman ternyata sangatlah lemah. Ramiris merasa jika Adalman lebih lemah dibanding Gozer dan Mezer di lantai 50.

Ramiris pun bertanya-tanya apakah Adalman sedang memiliki masalah. Di samping itu, Zegion juga masih tertidur di dalam kepompongnya. Kumara yang menjaga lantai 90 ternyata berada dalam mode anak kecilnya dan telah ditugaskan untuk menjaga Chloe dan yang lainnya.

Jadi dengan kata lain, banyak bos labirin yang tak bisa menjaga lantai labirin. Jika itu dibiarkan, parti Green Rebellion akan terus menerjang lantai demi lantai dan mungkin akan menaklukkan labirin ini. Dan itulah yang dikhawatirkan oleh Ramiris dan Mjormile sebelumnya.

Ramiris kemudian meminta solusi kepada Rimuru. Namun Rimuru mengatakan, agar Ramiris tak perlu terlalu khawatir, aku sudah menempatkan beberapa perangkap di lantai 41-49. Perangkap pemukas yang kusiapkan di lantai 49 adalah grombolan slime dari berbagai jenis. Grombolan slime itu akan menyembur dan menyatu menjadi slime raksasa yang tebalnya lebih dari 3 meter. Jalan ke depan dan ke belakang akan diblokir dan selain itu, aku masih punya perangkap-perangkap lainnya juga. Tujuan semua perangkap ini adalah untuk mengulur waktu sebanyak mungkin. Meskipun aku tak yakin perangkap itu dapat mengalahkan mereka, tapi kita bisa menggunakan waktu yang kita peroleh untuk memikirkan tindakan balasan.

Adalman Menguasai Kembali Sihir Suci

Tensura Volume 10 Part 4: Adalman Menguasai Kembali Sihir Suci

Dengan waktu itu, Rimuru berniat untuk memastikan kondisi Adalman. Adalman di masa lalu adalah seorang kardinal yang memiliki peran sebagai uskup agung. Adalman adalah tipe pendukung. Ini adalah kesalahan kita untuk membiarkannya menjadi boss lantai sendirian.

Kita harus menemukan rekan untuknya untuk menjaga garda terdepan. Dan untuk Golem Guardian yang hancur, kita tak punya pilihan lain selain membuatnya yang baru lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *